Wednesday, June 22, 2005

Seriously Boring Stuff (spinned)

Psikiater kami lulusan dari Filipina. Dia pernah cerita tentang kunjungan kerjanya ke salah satu penjara di Filipina. Salah satu sipir di sana bilang. “So what are you? Are you a Lebanese?” “No, I’m Indonesian”. Sipirnya tertawa lebar. Dia bilang: “I never knew any nastier people than you, Indonesian.” “Uh-uh, why?” dia tanya. “Everytime we caught one illegal alien from your country, we ended up with truckload of them.” “How come?” “Of each caught, they would gladly sing ‘Hey, I’m not the only one here, X is an illegal, Y’s also an illegal, not to mention Z1, Z2, Z3,...’.” “Ow, really?” Yes, the other immigrants will never do that.”

Nggak terlalu percaya dengan cerita itu. Tapi nonton berita baru tentang kasus-kasus penyimpangan dana membuat jadi berpikir. Setelah ribut-ribut berbagai macam kasus (KPU/KPUD, Kaveling-Gate, dll) sekarang sedang hangat kasus Dana Abadi Umat (dana ibadah haji di Departemen Agama, Red.). Segera setelah selesai terperiksa sebagai tersangka, mantan menteri agama Sayyid Aqil, mengumumkan di depan wartawan nama-nama pejabat (dan mantan pejabat) yang pernah memanfaatkan dana tersebut untuk biaya perjalanan haji mereka beserta kerabat.

Melihat gaya senyum-senyum-nya beliau sewaktu pengumuman itu dibacakan, jadi berkesimpulan: Iyah, memang betul kita (kita?? kami!!) begitu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home